Prinsip Dasar
Multimedia Pembelajaran
Latar Belakang
Pembelajaran yang
dilaksanakan oleh seseorang yang belajar berlangsung secara terencana, terarah,
terkontrol, dan terukur merupakan aktivitas belajar baik. pada pebelajar maupun
pembelajar sendiri.Bila diperhatikan dengan seksama maka pembelajar belajar
mengenal pebelajar berkenaan dengan karakteristik pebelajar, sedangkan pembelajar
belajar sesuai tuntutan kehidupan untuk memperloleh pengalaman belajar mencakup
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kepribadian mulia, dengan
ketrampilan yang muatan ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Dengan
demikian, pembelajar perlu memiliki prinsip-prinsip mendasar dalam pembelajaran
bahkan proses belajar mengajar perlu dikembangkan dengan manajemen pengembangan
media pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran
dalam proses pembelajaran akan memberikan kontribusi terhadap efektivitas
pencapaian tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya
menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat
besar kepada pesertandidik dalam proses pembelajaran. Namun demikian peran
tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan terhadap efektifitas penggunaan
media dalam pembelajaran. Peranan tersebut tercermin dari kemampuannya
dalam memilih media yang digunakan. Karena hal tersebut dapat menentukan
kemajuan suatu pembelajaran terhadap peserta didik. Program pembelajaran
direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan
kepada perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai .
jadi Media Pembelajaran merupakan alat bantu yang tidak dapat ditolak dan
dipungkiri keberadaannya, karena memang gurulah yang menghendaki untuk
memudahkan penyampaian pesan-pesan kepada siswa.
Pengertian multimedia
Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur
atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan
animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
multimedia linear, dan multimedia interaktif. Multimedia linear adalah suatu
multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat
dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan),
contohnya TV dan film.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang
dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,
sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif,
aplikasi game dll.
Sedangkan pembelajaran diartikan
sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar.
Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar
dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan
yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan
demikian aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran
adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata
unsur-unsurnya sehingga dapat merubah perilaku siswa.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang
digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan
(pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar
terjadi, bertujuan dan terkendali.
Jenis-Jenis Multimedia Berbasis Komputer
Rob Philips mengemukakan bahwa
multimedia yang berbasis komputer terdiri dari multimedia interkatif dan
multimedia yang tidak interaktif (1993: 8). Interaktif maksudnya pengguna dapat
mengontrol pengoperasian program sesuai dengan yang dikehendaki, sedangkan yang
tidak interaktif adalah sebaliknya.
Multimedia interaktif dapat dibedakan menjadi
multimedia interaktif of line dan on line.
Multimedia interaktif of line adalah program multimedia yang
tidak terkoneksi dengan internet, hanya beroperasi pada komputer stand
alone. Sedangkan multimedia interaktif on line adalah
program multimedia yang terkoneksi dengan jaringan internet atau sering disebut
dengan istilah hypermedia.
Sims mendeskripsikan bahwa dalam
lingkungan belajar online yang interaktif, kontrol terhadap
peserta didik melalui komunikasi aktif berupa pemberian umpan balik merupakan
komponen interaktivitas yang esensial. Dalam konsep pendidikan jarak jauh,
interaksi merupakan aspek yang penting jika kualitas pendidikan jarak jauh
ingin diwujudkan (Wilson: 2004).
Berdasarkan tingkat interaktivitasnya,
multimedia dibedakan menjadi multimedia interaktif tingkat operator dan
multimedia interaktif tingkat kreator. Interaksi yang terjadi pada tingkat
operator, pengguna hanya bisa memilih atau menentukan menu-menu atau perintah
yang tersedia. Sedangkan pada multimedia interaktif tingkat kreator, pengguna
dapat memanfaatkan program untuk berkreasi sesuai dengan materi yang ada di
dalamnya (Wang Qiyun & Cheung Wing Sum, 2003: 218).
Berdasarkan bentuk program pembelajaran yang
dikembangkan, multimedia interaktif dibedakan menjadi: (a) drill and
practice; (b) tutorial; (c) simulation; (d) game;
dan (e) problem solving (Heinich: 1996: 9-12). Muirhead
(2001), mendefinisikan interaktif sebagai komunikasi, partisipasi, dan
umpan balik yang membantu siswa dan guru untuk berinteraksi secara aktif.
Multimedia pembelajaran hendaknya memiliki tingkat interaktivitas yang tinggi,
agar proses pembelajaran mandiri berlangsung dinamis.
Berkaitan dengan jenis multimedia, program
multimedia yang akan dikembangkan oleh peneliti adalah multimedia interkatif
yang bersifat on line, dan dari segi bentuknya berupa
multimedia yang berisi tutorial dan problem solving.
Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi,
penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta
didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa
kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta
didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan
fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan
belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri
peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media
pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus
terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam
memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali
dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar
penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih
optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini
harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil
manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik.
Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman
dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang
digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif
(interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar
secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu
meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan
balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur,
2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut
di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia
pembelajaran interaktif dan web pembelajaran
Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi,
penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta
didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa
kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan
peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan
kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti
kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar
diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media
pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus
terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami
isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat
dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan
terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka
perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus
diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala
terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif
peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan
materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya
mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam
proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara
tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan
prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara
berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut di atas dapat diakomodasi
dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan
web pembelajaran.
Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard
E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang
berbeda-beda.Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang
dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1) Prinsip Multimedia
Orang
belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja.
Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media
(teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi
satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
2) Prinsip
Kesinambungan Spasial
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan
dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu,
ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang
dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan
dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip
Kesinambungan Waktu
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda
ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak
perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak
sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya
untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata.
Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu
dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas
Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik
animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan
teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi
dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata
yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat
formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa
teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan
sedikit ber-style.
8) Prinsip
Interaktivitas
Orang
belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang
dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game,
branching). Sebenarnya, orang belajar
itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih
banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia
pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan
daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti
dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching,
game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain
akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip
Sinyal
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan
yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi
dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian
(focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat
penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip Perbedaan Individu
prinsip tersebut
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk
belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar
dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi,
daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi
antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara
efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar
13) Prinsip
Segmentasi dan Pra Latihan
Prinsip segmentasi menyarankan
untuk memecah materi pelajaran yang besar menjadi segmen-segmen yang kecil
(Clark & Mayer, 2011:207). Saat sebuah materi pembelajaran kompleks, materi
itu perlu dibuat menjadi sederhana dengan dibagi-bagi menjadi beberapa bagian
yang dapat diatur kemunculannya.
Permasalahan:
1. apa
dampaknya terhadap siswa jika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang
tidak perlu dan tidak relevan digunakan pada media pembelajaran?
2. apakah
semua prinsip diatas harus di ikut sertakan dalam pembuatan suatu media?jika ya bagaimana caranya dan jika tidak berikan alasannya?
Sumber:
http://estersitompul37.blogspot.co.id/2017/02/prinsip-dasar-multimedia-pembelajaran.html
selamat malam enda, saya akan menjawab permasalah nomor 1. kita tahu dulu bahwa, jaman sekarang proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media, Sebagai media proses belajar mengajar di sekolah. Biasanya pada pembelajaran melalui multimedia ini selain memberikan dampak positif, juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
BalasHapusIndikasi rendahnya minat baca bermula ketika televisi swasta mengudara di Tanah Air pada awal 90-an. Namun, satu dekade kemudian telah menjamur berbagai stasiun televise swata yang menyuguhkan berbagai macam tayangan. Padahal, pada mulanya hanya ada satu stasiun televisi milik pemerintah. Itupun dengan komposisi tayangan yang sangat terbatas. Dulu, aktivitas rumah tangga khususnya anak-anak, diwarnai dengan membaca buku atau permainan yang mengandalkan fisik. Ironisnya, sekarang kehidupan manusia tidak bisa lepas dari televisi dan teknologi informasi lainnya.
Daya tarik berbagai teknologi multimedia saat ini mengakibatkan jarangnya interaksi dangan bahan bacaan karena mereka terlalu asik dengan berbagai alat multimedia yang bisa mengurangi intensitas membaca buku.
Terlalu sering berada di depan media elektronik juga memberi dampak negatif bagi kesehatan. Dampak buruk akibat terlalu banyak menonton TV (atau sejenis animasi & video) disampaikan oleh Ian Morgan dari the Australian National University Canberra. Hasil analisa 40 kasus, faktor terlalu banyak Menonton merupakan sebuah hal yang patut disalahkan karena mengurangi daya lihat mata. Pembelajaran yang kurang efektif dan belum fokus terhadap materi yang diberikan.
Teknologi jaman sekarang membawa banyak manfaat yang luar biasa khususnya dunia informasi, contohnya kehadiran Smartphone dapat membawa dampak negatif. Khususnya penggunaan Internet, penyebaran informasi yang tidak mungkin terkendalikan telah membuka akses terhadap informasi yang tidak bermanfaat dan merusak moral. Oleh karena, penyiapan etika siswa juga perlu dilakukan. Masalah lain yang muncul terkait tidak seimbangnya akses . Hal ini akan menjadikan kesenjangan digital (digital divide) semakin lebar antara siswa atau sekolah dengan dukungan sumberdaya yang kuat dengan siswa atau sekolah dengan sumberdaya yang terbatas. Masalah lain yang muncul adalah penggunaan HP lebih ke aplikasi sosial media. Banyak siswa – siswa yang lebih menyukai facebook, whatts app , twitter dan lainnya ketimbang aplikasi ke arah pendidikan. siswa akan terpengaruh dengan berbagai postingan yang ada melalui video, gambar dan animasi yang tidak pantas dan tidak seharusnya di tonton oleh siswa. Untuk itu kita sebagai guru berupaya keras untuk mengarahkan siswa – siswa kita memanfaatkan HP sebagai salah satu sumber belajar serta sebagai media presentasi yang menyenangkan.
terimakasih kepada saudara krisna telah menjawab permasalahan saya jawaban anda sangat berguna bagi saya.
HapusSaya ingin mencoba menjawab dari permasalahan anda, Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektiv, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.
BalasHapusii. Pengertian Media Audio Visual
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide
terimakasih atas jawaban saudari indah, jawaban anda sudah sangat menbantu saya namun, disini saya blom paham maksud dari visual sebaiknya ditempatkan dalam konteks yang bermakna bagiman maksud anda?
HapusSelamat malam enda, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda. Menurut saya, alangkah baiknya bila kita memberikan materi baik itu berupa kata-kata, gambar, animasi, video, dan lain-lain dalam bentuk yang relevan dan jelas, dimana hanya berkaitan seputar materi saja. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak bingung dalam memahami apa yang kita ajarkan, selain itu juga untuk menghindari pemborosan waktu.
BalasHapusPrinsip multimedia yang kita gunakan bisa disesuaikan dengan materi yang akan kita ajarkan, namun tetap dibuat menarik sehingga peserta didik tertarik untuk tetap fokus dalam belajar.
terimakasih atas jawaban saudari marta. ini sangat membantu saya.
HapusBaiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang kedua.
BalasHapusMenurut saya, dalam membuat atau merancang suatu media pembelajaran memang harus memperhatikan prinsip prinsip yang terkandung didalamnya. Termasuk ke 12 prinsip multimedia pembelajaran. Karena dengan menggunakan prinsip prinsip multimedia ini tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Apalagi seperti yang kita tahu, sekarang ini telah digunakan kurikulum 2013 yang mana dalam penggunaannya lebih banyak memerlukan keaktifan siswa. Dan dengan adanya multimedia pembelajaran, tujuan tujuan yang pembelajaran akan lebih mudah tercapai.
Untuk membuat pembelajaran lebih konkrit dengan menggunakan media pembelajaran harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran yang tercantum dalam garis-garis program pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum yang berlaku di sekolah.
2. Memberikan pengertian dan penjelasan tentang suatu konsep.
3. Mendorong kreativitas siswa, dan memberikan kesempatan siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi (menemukan sendiri).
4. Memenuhi unsur kebenaran dalam ukuran, bagian-bagian, proporsi tubuhnya, dan sebagainya hendaknya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang guru sebaiknya pintar menggambar. Namun jika tidak mahir menggambar bisa memanfaatkan gambar dari berbagai sumber lainnya yang dimodifikasi sendiri oleh guru sehingga menjadi suatu materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Media pembelajaran harus aman dan tidak membahayakan siswa tau guru. Misalnya, tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, atau bahan media pembelajaran tersebut tajam dan membahayakan. Begitu pula dalam pembuatan media pembelajaran itu harus rapi agar tidak ada bagian yang membahayakan.
6. Media pembelajaran menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan bagi siswa untuk menggunakannya. Oleh karena itu dalam penggunaan media pembelajaran hendaknya bervariasi atau beraneka ragam (multi media pembelajaran), karena setiap media pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Kekuarangan satu media ditutupi oleh kelebihan media pembelajaran lainnya, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, tidak ada istilah media pembelajaran yang jelek atau yang baik. Kalau pun ada istilahnya adalah ketepatan penggunaan media pembelajaran dengan suatu materi pembelajaran yang disajikan.
7. Memenuhi unsur keindahan dalam bentuk, warna, dan kombinasinya, serta rapi pembuatannya
8. Mudah digunakan, baik oleh guru maupun oleh siswa.
9.Penggunaan media pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran tidak sekaligus dipertunjukkan kepada siswa melainkan bergantian sesuai dengan materi pembelajaran yang dijelaskan. Jika ditunjukkan sekaligus, maka perhatian siswa bukan pada materi pembelajaran melainkan pada media pembelajarannya, sehingga pembelajaran tidak akan berhasil.
10. Media pembelajaran yang digunakan merupakan bagian dari materi pembelajaran yang dijelaskan bukan sebagai selingan atau alat hiburan.
11. Siswa mempunyai tanggung jawab dalam menggunakan media pembelajaran, sehingga mereka akan merawat dan menyimpannya kembali dengan keadaan utuh pada tempat yang telah ditentukan.
12. Media pembelajaran lebih banyak berisikan materi pembelajaran yang mengandung pesan positif dibandingkan dengan yang negative. Misalnya media pembelajaran komik sebaiknya banyak gambar yang menunjukkan pesan positif, karena dengan pesan positif itu akan ditiru oleh siswa. Jika suatu media pembelajaran banyak pesan negatifnya, maka itupun akan ditiru oleh siswa, malahan hal negatif ini biasanya lebih cepat diterima siswa.
Saya akan membantu permasalahan Anda yg pertama. Penggunaan gambar, video, dll, sangat membantu siswa dalam memahami materi dalam penggunaan multimedia pembelajaran. Penggunaan latar yg menarik inilah dapat menghilangkan rasa kejenuhan atau penyajian materi yg monoton. Dampak positifnya :
BalasHapus- Siswa bisa lebih fokus dan mengerti keterkaitan materi yg diajarkan.
- Meningkatkan daya ingat melalui media audiovisual.
- Memudahkan siswa dalam mengembangkan materi yg disajikan.
Sedagkan dampak negatifnya:siswa lebih terfokus (gambar, audio, dll) sehingga membuat tingkat berpikir kritis siswa menurun. Karena disini, siswa beranggapan bahwa materi telah disajikan secara instan. Timbulnya rasa malas untuk membuka buku berdasarkan tulisan yg ada.
Semoga membantu.
Saya mau menanggapi permasalah anda yang pertama, jelas sekali bahwa apabila suatu media dengan kata2, gambar maupun sebuah video tidak sesuai dengan materi maupun medianya akan digunakan itu memberikan dampak merugikan bagi pesertadidik dikarenakan dengan keadaan seperti itu, anak akan sulit mengkonstrak pengetahuan di dalam pikirannya bahkan anak tidak dapat menerima materi pembelajaran dengan baik, karena sulit mencerna pembelajaran yang berbasis media yg kurang relevan. Dan saya berpendapat dalam pembuat suatu media pembelajaran ada baik semua prinsip yang anda jelaskan diatas di libatkan sehingga media yang dihasilkan baik.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan saudari enda, menurut saya jika gambar, video, animasi yang tidak perlu tetap dimasukkan kedalam suatu multimedia yang hendak digunakan maka tentu akan membuat siswa semakin bingung bahkan tidak akan memahami apa maksud dari multimedia twrsebut dan tidak paham akan materinya. Jadi guru hendakny harus memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan materi yang harus dimasukkan agar siswa menjadi lebih paham.
BalasHapussaya sependapat dengan saudari, dan terkait permasalahan anda dampak terhadap siswa yaitu gambar/video/animasi yang tidak perlu hanya akan mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. atau bahkan justru malah mengalihkan perhatian siswa, dan dapat membuat siswa mengkhayal sesuatu yang tidak jelas. contoh : anda mengajar tentang struktur karbon dengan menggunakan PPT, nah didalamnya agar terlihat menarik anda menambahkan animasi doraemon, animasi ini kan menghilngkan konsetrasi siswa.
Hapusterimakasih kepada saudari shintari dan novi atas tambahannya ini sangat membantu saya.
HapusSaya ingin mencoba menjawab dari permasalahan anda, Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektiv, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.
BalasHapusii. Pengertian Media Audio Visual
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide
Saya akan menjawab pertanyaan pertama apabila kita menambahkan gambar video atau animasi yabg diperlukan naka akan menimbulkan perhatian anak teralihkan sehingga mengganggu konsetrasi belajar siswa jadi sebaiknya untuk penambahan hal yabg tidak perlu jangan ditambahkan.
BalasHapusTerimakasih
menurut saya bisa saja menambahkan gambar atau video namun jangan terlalu banyak. yang mencuri perhatian anak didik itu jika gambar dan videonya terlalu berlebihan.
HapusSaya akan menjawab permasalahan no 1. Jika konten2 yang tidak relevan itu dimasukkan maka dampaknya kepada siswa yaotu siswa menjadi tidak fokus terhadap materi dan hanya fokus terhadap konten2 tersebut
BalasHapusapa dampaknya terhadap siswa jika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan digunakan pada media pembelajaran?
BalasHapusPastintanya akan terjadi miss komunikasi antara materi yg di berikan guru dan materi yang diterima siswa..karna jika tidak relefan..maka siswa cenderung malas dan bosan mengikuti pembelajaran..seharusnya sebagai guru harus melakukan evaluasi sehingga media yang ia terapkan itu diterima baik oleh siswanya
terimakasih atas tambahan dari saudara fajar.
Hapusbaiklah saya akan menaggapi permasalahan anda yang pertama. menurut pendapat saya apabila ppt yang ditampilkan seperti diatas maka siswa akan sangat bosan dan tidak fokus untuk belajar yang menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal
BalasHapusBaik saya akan mencoba membahas permasalahan yang pertama. Dimana menurut saya apabila guru terlalu banyak menampilkan animasi atau gambar pada media nya. Maka nanti siswa tidak dapat fokus pada pembelajaran melainkan fokus hanya pada gambar-gambar itu saja.
BalasHapusDampaknya asti akan mengganggu fokus belajar siswanya
BalasHapusterima kasih ya, materinya sangat bermanfaat
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat Gustiya bahwa
BalasHapusUntuk membuat pembelajaran lebih konkrit dengan menggunakan media pembelajaran harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran yang tercantum dalam garis-garis program pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum yang berlaku di sekolah.
2. Memberikan pengertian dan penjelasan tentang suatu konsep.
3. Mendorong kreativitas siswa, dan memberikan kesempatan siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi (menemukan sendiri).
4. Memenuhi unsur kebenaran dalam ukuran, bagian-bagian, proporsi tubuhnya, dan sebagainya hendaknya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang guru sebaiknya pintar menggambar. Namun jika tidak mahir menggambar bisa memanfaatkan gambar dari berbagai sumber lainnya yang dimodifikasi sendiri oleh guru sehingga menjadi suatu materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Media pembelajaran harus aman dan tidak membahayakan siswa tau guru. Misalnya, tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, atau bahan media pembelajaran tersebut tajam dan membahayakan. Begitu pula dalam pembuatan media pembelajaran itu harus rapi agar tidak ada bagian yang membahayakan.
6. Media pembelajaran menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan bagi siswa untuk menggunakannya. Oleh karena itu dalam penggunaan media pembelajaran hendaknya bervariasi atau beraneka ragam (multi media pembelajaran), karena setiap media pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Kekuarangan satu media ditutupi oleh kelebihan media pembelajaran lainnya, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, tidak ada istilah media pembelajaran yang jelek atau yang baik. Kalau pun ada istilahnya adalah ketepatan penggunaan media pembelajaran dengan suatu materi pembelajaran yang disajikan.
7. Memenuhi unsur keindahan dalam bentuk, warna, dan kombinasinya, serta rapi pembuatannya
8. Mudah digunakan, baik oleh guru maupun oleh siswa.
9.Penggunaan media pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran tidak sekaligus dipertunjukkan kepada siswa melainkan bergantian sesuai dengan materi pembelajaran yang dijelaskan. Jika ditunjukkan sekaligus, maka perhatian siswa bukan pada materi pembelajaran melainkan pada media pembelajarannya, sehingga pembelajaran tidak akan berhasil.
10. Media pembelajaran yang digunakan merupakan bagian dari materi pembelajaran yang dijelaskan bukan sebagai selingan atau alat hiburan.
11. Siswa mempunyai tanggung jawab dalam menggunakan media pembelajaran, sehingga mereka akan merawat dan menyimpannya kembali dengan keadaan utuh pada tempat yang telah ditentukan.
12. Media pembelajaran lebih banyak berisikan materi pembelajaran yang mengandung pesan positif dibandingkan dengan yang negative. Misalnya media pembelajaran komik sebaiknya banyak gambar yang menunjukkan pesan positif, karena dengan pesan positif itu akan ditiru oleh siswa. Jika suatu media pembelajaran banyak pesan negatifnya, maka itupun akan ditiru oleh siswa, malahan hal negatif ini biasanya lebih cepat diterima siswa.
Agar menjadi efektiv, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.
BalasHapus